Senin, 27 Januari 2014
Penampakan di CCTV Hartono Lifestyle Mall?
Sebuah video penampakan dari CCTV Hartono Lifestyle Mall yang diungguh riano nino di Youtube pada Kamis (25/6/2013. Hingga Selasa (1/7/2013) pukul 10.00 WIB telah ditonton 3,576. Sumber *
Gas Water Heater
Sesuai namanya, pemanas air ini bekerja dengan gas elpiji, yang notabene
sekarang cost-nya lebih murah dari listrik, apalagi listrik dari genset
sendiri. Gas water heater mempunyai bentuk persegi yang tidak terlalu
besar, namun juga tidak terlalu kecil. Ciri-cirinya diatas pemanas air
ini ada lubang silinder yang berfungsi sebagai cerobong asap (kenalpot)
untuk membuang asap hasil pembakaran. Jangan takut mendengar istilah
cerobong asap karena sesungguhnya tidak terlihat ada asap apapun yang
keluar dari ini, hanya saja karena cara bekerjanya adalah membakar air
yang melewatinya, tetap diperlukan cerobong asap tersebut.
Selain biaya pemakaian yang relatif murah, keunggulan lain pemanas air gas ini adalah air panas yang tersedia nyaris instant, hanya membutuhkan waktu sekitar 3 – 5 detik sejak dihidupkan air yang mengalir keluar sudah panas. Banyak orang menguatirkan kebocoran gas kalau apinya padam, namun sebenarnya hal tersebut tidak perlu dikuatirkan karena pemanas air jenis ini sudah dilengkapi dengan auto cut off gas kalau apinya padam dan otomatis mematikan api kalau debit air yang mengalir kurang kencang.
Selain biaya pemakaian yang relatif murah, keunggulan lain pemanas air gas ini adalah air panas yang tersedia nyaris instant, hanya membutuhkan waktu sekitar 3 – 5 detik sejak dihidupkan air yang mengalir keluar sudah panas. Banyak orang menguatirkan kebocoran gas kalau apinya padam, namun sebenarnya hal tersebut tidak perlu dikuatirkan karena pemanas air jenis ini sudah dilengkapi dengan auto cut off gas kalau apinya padam dan otomatis mematikan api kalau debit air yang mengalir kurang kencang.
Label:
3-5 detik,
auto cut off gas,
exhaust fan,
Gas Water Heater,
instan,
kebocoran gas,
murah,
otomatis,
relatif,
selang pipa,
tidak berbahaya,
ventilasi
Minggu, 26 Januari 2014
BJ Habibie: Maafkan Saya Bukan Kader Golkar Lagi
Mantan Presiden RI periode 1998-1999, BJ Habibie mengatakan dirinya memang kader Partai Golkar. Namun, sudah sekian lama ia lebih memilih berpihak pada kepentingan bangsa dan negara.
"Saya nggak bisa memungkiri kalau saya merupakan kader Golkar, tapi sudah pensiun. Maafkan saya sudah memihak, saya ini kader Golkar yang memihak pada kepentingan bangsa," ujar Habibie saat berpidato dengan judul 'Urgensi Pemilu 2014 bagi Golkar Untuk Pembangunan Bangsa' di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (25/1/2014).
Mantan Menristek itu pun mengatakan, tidak lagi memihak Golkar karena dia kini memihak kepentingan bangsa dan negara.
"Saya nggak bisa memungkiri kalau saya merupakan kader Golkar, tapi sudah pensiun. Maafkan saya sudah memihak, saya ini kader Golkar yang memihak pada kepentingan bangsa," ujar Habibie saat berpidato dengan judul 'Urgensi Pemilu 2014 bagi Golkar Untuk Pembangunan Bangsa' di DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (25/1/2014).
Mantan Menristek itu pun mengatakan, tidak lagi memihak Golkar karena dia kini memihak kepentingan bangsa dan negara.
Label:
BJ Habibie,
GBHN,
kepentingan bangsa dan negara,
Maafkan,
memihak,
Menristek,
Partai Golkar,
Pemilu 2014,
Saya Bukan Kader Golkar Lagi,
suksesi pemerintahan
Jumat, 24 Januari 2014
Kisah SBY dengan Ilmu Hitam Menarik Perhatian Media Asing
Mungkin beliau presiden RI pertama yang mengaku percaya ada ilmu hitam
Media internasional turut memberi perhatian atas peluncuran buku baru karangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, "Selalu Ada Pilihan." Menariknya, cerita SBY soal ilmu hitam seperti tertulis dalam buku itu juga mendapat perhatian media asing.
Melalui laman resmi yang diunggah (upload) hari ini, harian The Washington Post memberi judul "Indonesian president says he believes in witchcraft." Terpampang di kolom religion (agama).
Label:
Agama,
asap tebal,
flm horor,
Ilmu Hitam,
Islam,
kisah,
Media Asing,
Menarik Perhatian,
percaya,
presiden RI pertama,
SBY,
Selalu Ada Pilihan,
The Washington Post,
Vishal Arora
Langganan:
Postingan (Atom)