Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

Google: Rp 11,7 Triliun untuk Energi Alternatif

Silicon Valey - Google rupanya benar-benar serius menggarap pemanfaatan teknologi yang bersumber dari angin dan matahari. Direktur Energi dan Kelestarian Google Rick Needham menyatakan perusahaannya berinvestasi sebesar US$ 1 miliar, atau sekitar Rp 11,7 triliun, untuk pengembangan energi alternatif.

"Investasi itu untuk mengerjakan 15 proyek yang menghasilkan energi sebesar dua gigawatt di seluruh dunia, jumlah terbanyak berada di Amerika Serikat," ujar Needham seperti dikutip CNBC, Selasa, 18 Februari 2014.

Dia mengatakan kini 34 persen kegiatan operasional Google bergantung pada energi terbarukan. Jika seluruh proses berjalan dengan tepat, maka secara statistik, energi dapat diperbarui hingga 100 persen. Selanjutnya *

Senin, 30 September 2013

Peneliti Amerika Serikat: Jokowi Jujur dan Dapat Dipercaya

JAKARTA--Penelitian Stan Greenberg ahli polling Amerika Serikat dan konsultan politik ternama dunia, elektabilitas Jokowi pertengahan September 2013 adalah 68 persen, sedangkan PDIP memperoleh 28 persen.

Alasan memilih Jokowi, dalam survei yang dilakukan diungkap karena Jokwi dianggap orang jujur dan dapat dipercaya.

Menurut lembaga survey yang juga konsultan politik Al Gore dan ratusan politisi dunia, di bawah elektabilitas Jokowi adalah Prabowo Subianto (PS) 15 persen dan Abu Rizal Bakrie (ARB) 11 persen.

Untuk parpol, setelah PDIP, disusul Golkar (18 persen), Demokrat (10 persen) dan Gerindra sekitar 10 persen. Hal ini diungkapkan oleh Media Center Relawan Jokowi dalam pernyataan tertulisnya kepada Tribunnews.com, Senin (30/9/2013). Selanjutnya *

Jumat, 30 Agustus 2013

Samsung Puaskan Amerika Serikat, Apple Bikin Kagum Korea Selatan

Samsung kembali mengalahkan Apple dan menduduki posisi teratas dalam American Customer Satisfaction Index (ASCI), sebuah survei terhadap kepuasan pelanggan di Amerika Serikat (AS). Berkebalikan dengan persepsi orang AS, penelitian di Korea Selatan justru menyebut Iphone sebagai smartphone terbaik.

Samsung Galaxy S III dan Galaxy Note II menduduki peringkat pertama dan kedua, sementara Apple Iphone 5, Iphone 4S, dan Iphone 4, berada di posisi selanjutnya. Hasil survey ini diperoleh berdasarkan wawancara terhadap 25.000 responden mengenai kualitas, keandalan, serta harga telepon seluler (ponsel) mereka.

Dari skala nilai 100, Samsung Galaxy S III dan Galaxy Note II mendapat skor 84. Sedangkan Apple Iphone 5 dan Iphone 4S mendapatkan 82 poin. Sementara Black Berry Curve mencetak 67 poin dan Black Berry Bold 64 poin, menduduki peringkat ke-9 dan ke-10. Selanjutnya *

Senin, 19 Agustus 2013

Basuki: Demokrasi di Indonesia Lebih Hebat

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku pernah menyebutkan kebanggaannya tentang demokrasi di Indonesia kepada seorang senator asal Amerika Serikat (AS). Dalam pertemuan yang pada tahun 2008 itu, Basuki mengungkapkan bahwa demokrasi di Indonesia lebih hebat dibandingkan dengan demokrasi yang ada di negeri tersebut.

"Saya tanya ke orang Amrik itu, kalo Obama itu Islam, kira-kira kalian pilih tidak dia jadi presiden? Dia enggak bisa jawab," tutur Ahok ketika mengulang cerita tentang pertemuan itu dalam acara yang dihelat Komunitas Kami Anak Bangsa (KKAB) di Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (18/8/2013). Selanjutnya *

Rabu, 31 Juli 2013

Kehebatan Gus Dur Memprediksi Masa Depan

Mantan orang No. 1 yang akrab disapa Gus Dur itu meninggalkan kita pada 30 Desember 2009. Ia kembali ke bumi pertiwi, tempat nenek moyangnya pada sekitar 1700-an menjejakkan kaki di Jombang, Jawa Timur.

Salah satu citra Gus Dur yang tak mudah lekang dari ingatan ialah tindakannya yang kerap out of the box. Lawatan ke luar negeri pertama dilakukannya bukan ke Amerika Serikat atau Eropa, tetapi justru ke Republik Rakyat China (RRC). Ini tidak biasa, sebab biasanya presiden negara berkembang melawat ke negara adidaya, membangun persekutuan.

Banyak orang mencibir tindakannya waktu itu (1999) karena dianggap nyleneh. Ketika konferensi pers pertama usai terpilih jadi presiden, Gus Dur menjelaskan latar dan alasannya mengunjungi China. "RRC negara besar dan sangat potensial dari segi ekonomi. Jadi, kita justru rugi tidak berhubungan dengan China," tegasnya.

Dalam konferensi itu pula, seorang wartawan istana sempat nyeletuk, dengan membeberkan sejarah diplomasi RI-RRC yang tidak begitu mulus sejak 1965. Gara-garanya, Peking (sekarang Beijing) diduga kuat oleh pemerintah Orba terlibat dalam G-30-S/PKI, terutama karena menyuplai senjata untuk membantu pemberontakan PKI waktu itu.

Lagi-lagi, Gus Dur menepis, keterlibatan RRC itu hanya sebatas asumsi, belum tentu benar. Berdasarkan alasan rasional sebagaimana yang dikemukakannya, Gus Dur justru balik bertanya, "Kalau kini saya membuka kembali hubungan dengan China, mengapa tidak boleh?"

Gus Dur tetap Gus Dur, sulit dibaca dan ditebak. Ia kokoh dalam pendirian dan terus ngotot pada keyakinan yang dianggap benar. Selanjutnya *

Selasa, 30 Juli 2013

Rombongan SBY disadap saat hadiri G20 di Inggris

Rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan telah disadap saat menghadiri KTT G20 di London, Inggris, pada April lalu. Hal itu seperti diberitakan Jumat (26/7) oleh dua media Australia bernama Fairfax Media yang membawahi The Age dan The Sydney Morning Herald.

Dalam berita itu, disebutkan, yang melakukan penyadapan adalah Badan Intelijen dari Amerika Serikat dan Inggris. Namun, pemerintah Australia ikut menerima keuntungan dari hasil sadapan itu.

"Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menyebut mendapat keuntungan dari penyadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri KTT G20 di London," ujar salah satu sumber intelijen negeri kanguru tersebut.

Sumber itu mengatakan Kevin Rudd memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap para pemimpin di Asia, termasuk SBY. Selanjutnya *

Rabu, 12 Juni 2013

Dolar Kuat, Kekayaan Keluarga Amerika Tembus Rekor

Fenomena jebolnya rupiah hingga angka Rp 10.000 per satu dolar di Amerika Serikat diwarnai dengan naiknya kekayaan. Bank Sentral Amerika menyatakan kekayaan keluarga Amerika meningkat sebesar US$ 3 triliun pada kuartal pertama 2013. Peningkatan itu mencapai rekor tertinggi US$ 70,4 triliun dan melampaui jumlah kekayaan tertinggi pada 2007 yang mencapai US$ 68 triliun.

Pada Januari-Maret 2013, kenaikan harga saham dan reksa dana berkontribusi sebesar 50 persen dari kekayaan itu. Peningkatan jumlah kekayaan warga Amerika juga dipicu oleh cadangan dana pensiun yang lebih besar, kepemilikan mobil, dan jumlah utang yang lebih rendah.

Ekonom dari Moody's Analytics, Scott Hoyt, menyatakan kenaikan jumlah kekayaan ini tidak serta-merta mendorong belanja konsumen. "Salah satu alasannya adalah tingkat kemiskinan di Amerika saat ini masih lebih rendah 11 persen dibanding tingkat kemiskinan pada 2007. Ini tentunya setelah ada penyesuaian terhadap inflasi dan pertumbuhan populasi," katanya seperti dikutip laman USA Today.

Jumlah kekayaan rata-rata rumah tangga di Amerika mencapai US$ 539.500 akhir tahun lalu. Kekayaan rumah tangga menggambarkan aset yang dimiliki keluarga, seperti rumah, saham, uang, dan tabungan di bank, dikurangi utang dan tagihan kartu kredit.

Dalam lima tahun terakhir, inflasi mengikis jumlah kekayaan warga Amerika sebesar 10 persen. Jumlah rumah tangga telah meningkat 3,8 juta menjadi 115 juta rumah tangga pada akhir tahun lalu. Berdasarkan data terbaru bank sentral, utang rumah tangga Amerika, pemerintah, dan pebisnis mencapai US$ 40,6 triliun.

Di Amerika, jumlah tenaga kerja pun meningkat. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja setempat, jumlah pekerja baru mencapai 175 ribu bulan lalu. Sedangkan angka pengangguran naik tipis dari 7,5 menjadi 7,6 persen. Kondisi ini menunjukkan pemangkasan belanja pemerintah tak berdampak negatif, seperti yang dikhawatirkan banyak analis.

Perbaikan ekonomi Amerika membuat sentimen positif pada aset-aset dalam bentuk dolar. Ekonom Standard Chartered, Eric Sugandi, mengatakan investor lebih memilih menaruh investasinya dalam bentuk dolar. Akibatnya, mata uang lain di luar dolar melemah, termasuk rupiah. 

Eric memperkirakan tren ini masih akan berlanjut. Prediksinya, kurs rupiah pada Juni ini berada di level 9.950 per dolar AS. "Akhir tahun, rupiah diperkirakan akan menguat," kata Eric. Dia memperkirakan nilai tukar pada akhir tahun sebesar 9.800 per dolar AS.


Rabu, 05 Juni 2013

Amerika Tawarkan Bantuan, Jokowi Bilang Belum Perlu

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membenarkan bahwa Amerika Serikat menjajaki kerja sama dalam program Kampung Deret yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Siang ini Jokowi dan Duta Besar AS untuk Indonesia Scott Marciel mengunjungi gang-gang sempit di RT 05 RW 07, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan sosialisasi tentang program Kampung Deret di permukiman padat penduduk tersebut.

"Tadi di dalam mobil dia (Marciel) sempat bicara, ada yang perlu dibantu (Amerika Serikat) atau enggak. Saya bilang, 'Untuk sementara belum perlu, Pak'," kata Jokowi di sela-sela kegiatan blusukan itu, Rabu (5/6/2013) siang.

Jokowi memastikan bahwa pelaksanaan program Kampung Deret di lokasi tersebut tidak menggunakan dana corporate social responsibility dari swasta. Pendanaan program itu sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013.

Kamis, 25 Oktober 2012

Lenovo Juara Mengalahkan Hawlett-Packard

Pabrikan PC asal Cina, Lenovo, berhasil menyingkirkan Hewlett-Packard sebagai pembuat PC nomor wahid di dunia. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh perusahan riset Gartner, sebagaimana dikutip oleh BBC pada Kamis, 11 Oktober 2012, Lenovo menduduki peringkat pertama sebagai perusahaan PC dengan pangsa pasar terbesar di dunia pada kuartal ketiga tahun ini.

"Pemotongan harga yang agresif membantu perusahaan itu mendapatkan pangsa pasar yang besar,” kata laporan tersebut. Tidak hanya itu, laporan juga menyebutkan bahwa Lenovo adalah satu-satunya produsen PC yang mampu meningkatkan penjualannya di Amerika Serikat pada kuartal ketiga ni.

Berdasarkan riset Gartner, sebanyak 13,8 juta unit PC Lenovo telah terjual pada kuartal ketiga tahun ini atau menguasai 15,7 persen pangsa pasar PC dunia. Sementara HP terjual sebanyak 13,55 juta unit atau menguasai 15,persen pasngsa pasar dunia. Kondisi ini membalik keadaaan. Sebab, pada kuartal-kuartal sebelumnya HP masih memimpin pangsa pasar PC dunia. Dan urutan ketiga dalam grafik Gartner adalah Produsen Dell yang mampu menjual 9,22 juta unit PC atau menguasai 10,5 persen pangsa pasar.

Beberapa analis mencoba memberikan jawaban atas fenomena tersebut. Menurut analis dari Frost & Sullivan, Andrew Milroy, Lenovo telah menjadi salah salah satu produsen PC dengan kualitas produk terbaik saat ini sehingga memungkinkan peusahaan itu menguasai pangsa pasar PC dunia. "Hanya menunggu waktu sebelum Lenovo menjadi produsen PC terbaik di semua grafik,” kata Milroy.

Berbeda lembaga riset, berbeda pula hasil penelitiannya. Data dari perusahaan riset IDC menempatkan HP sebagai produsen dengan pangsa pasar terbesar di dunia. Laporan IDC menunjukkan, sebanyak 13,9 juta unit PC Hp telah terjual di seluruh dunia, menang tipis dibandingkan Lenovo yang terjual sebanyak 13,8 uta unit. Sedangkan urutan ketiganya diisi oleh produsen PC Dell dengan penjualan 9,5 juta unit atau mengasai 10,8 persen pangsa pasar dunia.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
//** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//