Jumat, 09 Agustus 2013

FITRA: Open House Istana Telan Dana Rp 1,4 Miliar

Jakarta:Koordinator Investigasi dan advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Uchok sky Khadafi memaparkan, istana menghabiskan dana untuk menggelar open house lebaran sebesar Rp 1.409.396.500. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai boros meski angka tersebut lebih kecil dari dana open house lebaran 2012 sebesar Rp 1,5 miliar.

"Acara open house ini suatu pemborosan, dan menghematan sangat minim sekali. Padadal harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi sudah dinaiki. Selayaknya kepresidenan melakukan penghematan anggaran," kata Uchok, Rabu, 7 Agustus 2013. Selanjutnya *

Jenguk Angie, Kompol Broto 'Kebablasan'

Jakarta - Bekas Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Komisaris Polisi Brotoseno melebihi waktu berkunjung rutan Pondok Bambu saat menjenguk Angelina Sondakh. Broto masuk ke rutan sekitar pukul 10.30 WIB. Namun menurut pantauan Tempo, sampai pukul 12.00 WIB, Broto belum juga keluar.

Padahal, di pengumuman yang ditandatangani Kepala Rutan Pondok Bambu Herlin Candrawati, waktu berkunjung hanya 30 menit. Dalam pengumuman itu juga ditegaskan, tidak ada tambahan waktu karena jumlah kunjungan di hari raya sangatlah padat. Selanjutnya *

Misteri Makian di Akun Facebook Sisca Yofie

Jakarta - Teka-teki siapa pelaku, dalang dan motif pembunuhan sadis yang menimpa Fransisca Yofie di kawasan Cipedes Bandung, Senin 5 Agustus 2013 kini menjadi pekerjaan berat Polrestabes Bandung. Polisi bekerja keras menghimpun segenap bukti dari mobil Sisca Yofie, area gerbang rumah kos hingga hasil otopsi.

"Dan kami saat ini masih mengumpulkan alat bukti tersebut dari dua TKP. Untuk selanjutnya kami analisis,"kataKepala Satreskrim Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu kepata Tempo, Rabu 7 Agustus 2013. Selanjutnya *

30 Orang Tewas Dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan

Peristiwa bom bunuh diri terjadi di Pakistan. 30 orang tewas dalam persitiwa yang terjadi saat acara pemakaman seorang polisi.

Dilansir dari situs berita reuters, Jumat (9/8/2013), peristiwa berdarah tersebut terjadi di bagian barat Kota Quetta. Sebanyak 30 orang yang sebagian besar adalah anggota polisi tewas. Sedangkan 62 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

"Dua puluh satu diantara yang tewas adalah polisi. Yang lainnya belum teridentifikasi. Bahkan anak-anak juga menjadi korban dalam peristiwa ini," ujar petugas kepolisian Quetta, Inspektur Jenderal Mushtaq Sukhera.

Peritiwa berdarah itu disebut dilakukan oleh kelompok Taliban. Hal ini kemudian dibenarkan oleh juru bicara Taliban Shahidullah Shahid. Selanjutnya *

Pengemudi Honda City yang Terbalik & Terbakar Dilarikan ke RS

Jakarta - Honda City dengan nopol B 300 US terbalik dan terbakar di Tol Jakarta-Tangerang (Janger) KM 2.800 di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pengemudi mobil tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) untuk mendapatkan perawatan.

Sang pengemudi diketahui bernama Rizal Sumargono Ramli warga Jl Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Rizal diduga mengantuk saat mengendarai Honda City itu, akibatnya mobil yang dikendarainya menabrak pembatas jalan dan lalu terbalik. Tak lama, mobil tersebut terbakar.

"Pengemudinya kini dibawa ke RS Al Qadr, Tangerang. Belum diketahui seberapa parah luka yang dialaminya," ujar seorang petugas Jasa Marga Rafli saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (9/8/2013). Selanjutnya *

Ayah dan Anak Ditemukan Hidup di Hutan Setelah 40 Tahun Menghilang

Vietnam - Sungguh mencengangkan. Seorang ayah dan anak ditemukan hidup di hutan rimba Vietnam selama empat dekade. Mereka sebelumnya dinyatakan hilang saat terjadi perang antara negara itu dengan Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari Dailymail, Jumat (9/8/2013), dua pria itu adalah Ho Van Thanh (82), dan Ho Van Lang (41). Mereka ditemukan oleh penduduk setempat saat mencari kayu bakar di hutan lebat di distrik Tay Tra, Provinsi Quang Ngai.

Otoritas setempat mengatakan, 40 tahun lalu istri dan dua anak Ho Van Thanh tewas akibat sebuah ledakan di tambang di masa-masa perang Vietnam. Ia pun shock berat akibat kejadian tersebut. Selanjutnya *

Ahok II : Jakarta Bukan Sulap Lampu Aladin

Jakarta-Banyak masalah yang kudu dibenahi pasangan duet mantan kepala daerah Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta . Tentu, beda mengurus daerah dengan Ibukota.. Berbagai ide mulai muncul sejak keduanya dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta Oktober 2012.

Seperti apa perbedaan itu dan bagaimana mengurusi sejumlah masalah pokok di Jakarta? Berikut petikan wawancara Tempo dengan Ahok, Juli 2013 lalu.

Apa beda ngurus Jakarta dengan daerah?

Di daerah, tak ada kajian-kajian serta usulan solusi. Di Jakarta, yang besar dan kompleks, semua tersedia lengkap, termasuk solusinya. Jadi, lebih mudah mengurus Ibu Kota. Namun ada mata rantai yang hilang di DKI Jakarta. Selanjutnya *
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
//** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//