Rabu, 28 November 2012

Akal Bulus Pengendali Narkoba dari Balik Penjara


Kepala Lapas Batu Nusakambangan, Hermawan Yunianto, mengaku kewalahan dalam mengawasi gerak-gerik para narapidana yang tersangkut kasus narkotika. Meski berada di balik penjara, mereka leluasa mengakali petugas dalam setiap razia. Bahkan segala cara dilakukan untuk memuluskan jalan peredaran dan pengendalian narkotika.

"Ada nasi bungkus yang isinya 10 simcard telepon seluler yang dibawa pembesuk," kata Hermawan saat berbincang dengan Deputi BNN Irjen Benny Mamoto, di ruang kerjanya, di Nusakambangan, Cilacap, Selasa (27/11/2012).

Satu Startup Indonesia (BILNA) Pikat Hati Investor Besar Asia


Nampaknya startup Indonesia juga mempunyai kans untuk dilirik investor. Salah satu contohnya adalah startup lokal bernama Bilna ini berhasil memikat investor dari Jepang dan CA Asia Internet Fund.

CA Asia Internet Fund (27/11) melansir bahwa Japan Venture Capital (VC) dan CA Asia Internet Fund tertarik untuk menanamkan saham ke sebuah situs e-commerce bernama Bilna. Situs ini adalah website retailer untuk segala macam hal seputar bayi dan anak-anak.

Super Trap Edisi Toilet (Trans TV) Tak Bermoral, Terlalu !!!


Program televisi yang mengklaim diri sebagai acara yang benar-benar sangat menghibur, Minggu (25/11) kemarin tak lagi menjadi hiburan. Jebakan yang katanya kreatif dan membuat orang terpingkal-pingkal, justru menuai hujatan.

Pada edisi ini tim Super Trap membuat toilet umum yang diberi hidden camera. Toilet itu lalu diangkat dengan hidrolik sampai menembus atap. Orang sedang 'buang hajat' pun panik memakai celana sebelum sempat membersihkan diri.

Senin, 26 November 2012

“LPBH PBNU akan melayangkan somasi kepada Partai Demokrat cq Soetan Bhatoegana,” kata Andi Najmi Fuadi (Ketua)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melayangkan somasi terhadap Partai Demokrat terkait pernyataan petinggi partai itu, Soetan Bathoegana, yang dinilai melecehkan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang merupakan tokoh kebanggaan NU.

“LPBH PBNU akan melayangkan somasi kepada Partai Demokrat cq Soetan Bhatoegana,” kata Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuadi di Jakarta, Senin (26/11/2012).

Andi menjelaskan, dalam dialog di Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Rabu (21/11/2012), Soetan menyebut Gus Dur dilengserkan dari kursi kepresidenan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate.

Menurut Andi, pernyataan Soetan tersebut merupakan fitnah terhadap Gus Dur, pelecehan terhadap NU, sekaligus mendistorsi sejarah.

“Gus Dur jatuh bukan karena kasus hukum tapi korban konspirasi politik orang-orang yang terancam oleh langkah-langkah Gus Dur selaku Presiden,” tandas Andi.

Dikatakannya, Sidang Istimewa MPR 2001 yang menjadi ajang pelengseran Gus Dur, sama sekali bukan untuk “mengadili” mantan Ketua Umum PBNU tiga periode itu karena kasus hukum, apalagi skandal korupsi yang dituduhkan kepadanya, namun menyikapi pengangkatan Chaerudin Ismail sebagai Kapolri yang dianggap menyalahi TAP MPR VII/2000.

Menurut Andi, pernyataan Soetan itu menuai protes keras dari pengurus dan warga NU di berbagai wilayah.

Desak Soetan Secara terpisah Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa, M Nabil Haroen, mendesak Soetan Bathoegana mencabut pernyataannya dan meminta maaf.

“Jika Bathoegana tak segera meminta maaf dan menarik pernyataannya itu, emosi dan kejengkelan warga Nahdliyyin bisa membludak. Kami tak akan bisa membendungnya,” katanya.

Menurut Nabil, pernyataan Soetan Bathoegana mengenai Gus Dur beberapa saat lalu merendahkan akal budi dan ingatan publik.

“Ia mengabaikan SP3 yang diterbitkan Jaksa Agung bahwa Gus Dur bersih dari kasus Bruneigate dan Buloggate. Hal itu sudah terbukti. Yang belum terbukti justru kasus Century,” tandasnya.

Selain itu, kata Nabil, Soetan Bhatoeghana cuma mencontoh dan mengulangi kemalasan politik yang biasa dipakai untuk pengalihan isu.

Menurut dia, Soetan Bathoegana sengaja mengeruhkan sesuatu yang jernih untuk menutupi kekeruhan yang ada saat ini.

“Bathoegana dengan begitu tak hanya melecehkan Gus Dur, tapi memaksa Gus Dur untuk menutupi kekeruhan yang terjadi di rezim pemerintahan yang berkuasa saat ini,” tandasnya.

Jumat, 23 November 2012

Melecehkan Gus Dur, Soetan Bhatoegana Menyakiti Warga Nahdliyin

Gus Dur
Pernyataan petinggi Partai Demokrat Soetan Bhatoegana bahwa pemerintahan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dilengserkan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate, membuat gusar dan menuai kecaman kaum Nahdliyin.

“Tuduhan Sutan Bhatoegana bahwa Gus Dur korup sungguh kelewatan. Tendensius. Itu cara keji dia melindungi pemerintah SBY dari isu sebagai rezim korup. Sebab kenyataannya, Gus Dur tak terlibat kasus Buloggate maupun Bruneigate. Makanya Kejaksaan Agung menerbitkan SP3,” ujar jubir Presiden era Gus Dur yakni Adhie Masardi dalam pesan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Jumat (23/11/2012).

Dalam Dialog Kenegaraan DPD RI bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” yang digelar di lobi Gedung Dewan Perwakilan Daerah, Senayan, Jakarta (21/11/2012), Sutan Bhatoegana berang ketika Adhie Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan Migas kita jadi ajang korupsi mafia Migas yang dilindungi rezim SBY.

Dalam Dialog Kenegaraan yang rutin digelar DPD itu, selain Ketua Komisi VII DPR yang membawahi sektor migas Sutan Bhatoegana, juga tampil Wakil Ketua DPD La Ode Ida, pengamat perminyakan Dr Kurtubi, mantan kepala BP Migas R Priyono, pengamat kebijakan publik Ichsanuddin Noorsy, dan Adhie M Massardi sebagai Ketua Tim Non-Litigasi Uji Materi UU Migas yang dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK) sehingga BP Migas dinyatakan bubar (13/11/2012).

Mengingat pernyataan Soetan Bhatoegana yang menuduh Gus Dur dijatuhkan karena terlibat korupsi di luar konteks pembicaraan, Adhie mengaku waktu itu enggan menanggapinya.
Tapi sejumlah kiai NU dan kalangan Nahdliyin yang mendengar pernyataan Bhatoegana lewat siaran langsung RRI Pro 3 tidak terima tokoh panutannya dilecehkan tokoh Partai Demokrat, minta dirinya untuk meluruskan hal itu.

“Sidang Istimewa MPR 2001 yang digelar untuk melengserkan Gus Dur, dalam undangannya kepada seluruh anggota MPR yang ditandatangani Ketua MPR Amien Rais ketika itu, karena Presiden menetapkan Wakil Kepala Polri Komjen Chaeruddin Ismail sebagai Pemangku Sementara Jabatan Kepala Polri menggantikan Jenderal (Pol) Soerojo Bimantoro. Hal ini, menurut Amien Rais Cs, menyalahi Tap MPR No VII/MPR/2000,” tutur Adhie.

Sedangkan diterbitkannya Maklumat Dekrit oleh Gus Dur, tambah Adhie, merupakan langkah ekstrakonstitusional yang bisa dilakukan Presiden untuk menghentikan tindakan inkonstitusional Amien Rais Cs. Tapi dalam perkembangannya, Amien Rais Cs malah mengubah alasan SI MPR menjadi “karena Presiden mengeluarkan dekrit”.

“Padahal kalau ditelaah secara seksama, kemelut politik di masa itu meruncing karena Menko Polsoskam (Susilo Bambang Yudhoyono) yang ditugasi Presiden Gus Dur memimpin Crisis Center guna menjembatani pertentangan Parlemen dan Presiden tidak menjalankan tugasnya dengan benar. Itu sebabnya Presiden kemudian melantik Jenderal Agum Gumelar menjadi Menko Polsoskam menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono,” tutur Adhie.

Atas dasar itu, Adhie Masardi akan membentuk “tim kerja pelurusan sejarah KH Abdurrahman Wahid” yang ketokohan dan kebesarannya diakui bangsa Indonesia. Sehingga upaya pelecehan terhadap tokoh kebanggaan kaum Nahdliyin dan pecinta demokrasi dan pluralisme seperti dilakukan Sutan Bhatoegana tidak terjadi lagi di masa depan.

Minggu, 18 November 2012

Best Annual Report di Rusia Untuk Garuda Indonesia

PT Garuda Indonesia Tbk.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. memperoleh peringkat pertama ajang Moscow Exchange Annual Report Competition 2012, yang dilaksanakan oleh Bursa Efek Moskow di Rusia, Jumat 18 November 2012. Penilaian berdasarkan kelengkapan informasi, compliance, Good Corporate Governance (GCG), kinerja perusahaan, serta prospek perusahaan ke depan.

Garuda Indonesia mendapatkan peringkat pertama kategori Best Annual Report of Foreign Company (Best Annual Report in English) dalam penghargaan yang diikui oleh 115 peserta setiap kategori.

Pemberian penghargaan dilaksanakan di Ararat Park Hyatt Hotel, Moskow, dan diterima oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik, Belarus Djauhari Oratmangun.

"Kami harapkan pemberian penghargaan ini dapat membuka peluang kerjasama baru antara Indonesia dan Rusia, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi," ujar Djauhari Oratmangun.

Data Kedutaan Besar Republik Indonesia di Federasi Rusia menyebutkan, pada tahun 2011 tercatat sebanyak 90.000 wisatawan asal Rusia berkunjung ke Indonesia. Angka tersebut diperkirakan akan melebihi 100.000 wisatawan pada tahun ini. Adapun mayoritas wisatawan tersebut berkunjung ke provinsi Bali.

Garuda Indonesia sendiri telah memperluas jaringan penerbangan menuju wilayah barat (western outbonds), yaitu sektor beyond Abu Dhabi, melalui kerjasama codeshare dengan maskapai Etihad Airways pada Oktober 2012 lalu.

Dengan kerjasama ini, penumpang Garuda Indonesia dari Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia dapat terhubung dengan penerbangan ke lebih 80 kota/destinasi di 50 negara di dunia yang dilayani oleh Etihad Airways, termasuk Domodevo, Rusia.

Di sisi lain, nilai transaksi ekspor impor Indonesia dan Rusia pada tahun 2011 mencapai US$ 2,544 juta, terdiri dari nilai ekspor Indonesia ke Rusia sebesar US$ 863 ribu dan nilai impor dari Rusia ke Indonesia US$ 1,68 juta. Nilai transaksi ini diharapkan dapat terus meningkat seiring dengan adanya kerjasama tersebut.

Dengan diperolehnya penghargaan Best Annual Report 2012, Garuda Indonesia telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses pembuatan dan keikutsertaan dalam kompetisi domestik maupun internasional sepanjang tahun 2012.

Sebelumnya, Garuda Indonesia juga meraih Bronze Stevie Winner untuk kategori Best Annual Report Garuda Indonesia 2011 "Embarking into a New Dimension" dalam ajang Stevie Award yang diselenggarakan oleh International Business Awards yang berkedudukan di Virginia, Amerika Serikat.

Penghargaan Spotlight Awards juga diterima oleh Garuda Indonesia, dari League of American Communications Professionals LLC (LACP) di Naples, Florida, Amerika Serikat pada tahun 2011. Dalam penghargaan tersebut, Garuda Indonesia mendapatkan First Rank(Platinum) untuk kategori Transportation, First Rank (Platinum) untuk kategori Best Visual Design, dan Third Rank Top-100 worldwide all categories dari total 1.500 peserta di seluruh dunia dengan nilai 99 dari 100.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
//** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//