Minggu, 04 Agustus 2013

Sesumbar, Vanny Rossyane Didukung Denny Indrayana

Jakarta - Nama Vanny Rossyane sebagai whistle blower mencuat sejak mengungkapkan kondisi Lembaga Pemasyarakatan Narkotik Cipinang. Mantan kekasih Freddy Budiman, terpidana mati kasus narkoba, ini mengaku kepada publik perihal aktivitas pribadinya bersama Freddy. Terungkap bahwa Vanny bersama Freddy dapat leluasa menggunakan ruangan di LP Cipinang untuk bercinta dan pesta sabu.

Ketika ditanya perihal pernyataannya itu, Vanny mengaku tak merasa gentar. "Saya tak peduli, Pak Denny Wamen (Denny Indrayana) yang back up saya," ujarnya dalam pesan pendek kepada Tempo, Selasa, 30 Juli 2013. Dalam pesan sebelumnya ketika tim Tempo ingin menemui dirinya, Vanny mengaku sedang bersama ajudan Denny Indrayana.

Akibat pernyataan Vanny itu, Kepala LP Narkotik Cipinang Thurman Hutapea dicopot jabatannya. Pencopotan jabatan tersebut atas inisiasi dari Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana. Selanjutnya *

Muhyaro Kubur 2 Korbannya Hidup-hidup

SEMARANG - Perilaku sadis Muhyaro, kembali terungkap. Dukun yang diyakini bisa menggandakan uang itu, diketahui mengubur dua korbannya hidup-hidup.

Kasubbid Dokkes Polda Jateng AKBP Sumy Hastry mengatakan, berdasarkan hasil penelitiannya, terdapat dua jenazah dikubur hidup-hidup oleh pelaku. Itu, merupakan kesimpulan dari adanya bekas pukulan di belakang kepala kedua korban tidak mematikan.

"Lagipula, bekas ikatan tidak ada tanda perlawanan sama sekali. Padahal, tubuh kedua korban lebih besar dari Muhyaro. Mungkin matanya ditutup sebagai bagian dari ritual, terus diajak berjalan ke mana gitu lalu dipukul dari belakang," jelasnya.

Setelah pingsan, kata dia, tangan dan kaki keduanya diikat. Tubuh korban, ditali kain kafan untuk mengangkat korban atau menyeretnya ke liang kubur. Ia tidak tahu, apakah ada pelaku lainnya atau tidak.

Tubuh Muhyaro tidak memungkinkan untuk mengangkat jenazah sendirian. Antara lokasi pemukulan dan penguburan berbeda. Selanjutnya *

Google Contek Find My Phone iOS untuk Android

California - Google tampaknya ingin menyaingi sistem operasi iOS yang dimiliki oleh Apple. Tak mau ketinggalan dengan fitur Find My Phone yang ada untuk perangkat iOS, Google juga menghadirkan fitur serupa untuk pengguna Android.

Fitur Find My Phone pada perangkat iOS yang berfungsi membantu pengguna iPhone, iPad, atau iPad Touch untuk bisa mendapatkan kembali perangkat mereka jika hilang atau mencegah diaksesnya data oleh orang yang tidak diinginkan. Dengan fungsi serupa ditambah beberapa metode yang berbeda, Google, pada Kamis, 2 Agustus 2013, meluncurkan fitur Android Device Manager untuk pengguna Android.

Jika pengguna ponsel Android kehilangan atau ponselnya terjatuh,fitur Android Device Manager langsung cepat bekerja dengan mengeluarkan suara dalam volume maksimal, meskipun sebelumnya ponsel pengguna dalam silent mode. Pun ketika pengguna kehilangan ponsel Android-nya di tempat yang tidak diperbolehkan adanya kebisingan, pengguna dapat memanfaatkan real time map pada Android Device Manager.

Fungsi lainnya yang ditawarkan Android Device Manager adalah melindungi informasi dan data pribadi pengguna pengguna Android. Jika perangkat Android pengguna hilang dan tidak dapat lagi ditemukan, sementara ada data penting di dalamnya, pengguna dapat segera menghapusnya agar tidak dapat diakses orang lain. Selanjutnya *

Ketika Lembaga yang Unggulkan Prabowo Dicecar

Jakarta - Direktur Focus Survey Indonesia (FSI) Nelly Rosa Juliana datang terlambat ke Kafe Tjikini, Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2013. Mengenakan rok selutut dan sepatu hak tinggi, ia berjalan tergopoh menuju kursi yang berjejer menghadap para wartawan.

Menurut jadwal, konferensi pers seharusnya dimulai pukul 16.00. Nelly baru tiba pukul 17.30. "Maaf, jalanan Jakarta macet," kata dia membuka percakapan dengan puluhan wartawan.

Mengingat azan Magrib penanda buka puasa akan segera berkumandang, Nelly bergerak cepat. Siaran pers setebal 10 halaman ia bacakan kembali, tanpa ada yang ditambah ataupun dikurangi.

Inti siaran pers, menurut FSI, tokoh paling menjanjikan saat ini adalah Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto. Jika pemilu digelar hari ini, Prabowo diprediksi mendapat 27,4 persen suara, disusul Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati 12,7 persen, dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo 11,5 persen. Selanjutnya *

11 Tip Mudik Sehat

Jakarta - Mudik sudah menjadi budaya bagi masyarakat, khususnya menjelang lebaran ini. Tujuan dari mudik sendiri, bersilaturahmi bertemu keluarga besar dan kawan lama yang telah lama tidak berjumpa.

Perjalanan mudik harus dipersiapkan dengan baik, agar saat di tempat tujuan kita tetap dalam keadaan sehat. Menurut Dr dr H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINACIM, FACP, kelelahan merupakan kondisi yang umum terjadi jika seseorang melakukan perjalanan darat yang panjang dan lama.

Kelelahan berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh dan akhirnya, "Membuat tubuh kita mudah terinfeksi oleh kuman atau virus, terutama bakteri dan virus penyebab penyakit infeksi usus (diare) dan penyakit infeksi saluran pernafasan atas (flu, batuk-pilek, dan sakit tenggorokan)," kata Staf Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM dan Wakil Ketua PB PAPDI ini.

Berikut ini 11 tip sehat mudik lebaran agar terhindar dari penyakit : Selanjutnya *

Sabtu, 03 Agustus 2013

Selamat Idhul Fitri 1434 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin


Setengah Hari, Preman Tanah Abang Kantongi Rp 1,6 Juta

Sebanyak 48 preman yang beroperasi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, terkena ciduk. Saat salah seorang dari mereka digeledah polisi, ditemukan uang sejumlah Rp 1.650.000 di kantongnya.

Sebut saja namanya Don (31). Dia mengaku uang tersebut hasil dari pungutan sopir dan sebagai juru parkir dalam setengah hari operasi.

Di kawasan Tanah Abang, dia menjadi juru parkir liar. Dia juga menjadi timerKopaja yang melintas.

"Saya memang juru parkir, timer Kopaja juga. Sehari saya minta dua ribu rupiah ke sopir Kopaja," kata Don di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/8/2013).

Don mengaku menjadi timer di kolongan jembatan Jatibaru, Tanah Abang, bersama dua temannya. Ia membantah tuduhan polisi yang menyebut dirinya memeras, memaksa meminta uang ke sopir angkutan umum atau pemilik kendaraan.

"Saya enggak maksa Pak, benar Pak. Seikhlas mereka saja," kata Don.

Menurutnya, uang tersebut dibagi lagi ke beberapa pihak, termasuk diberikan kepada ketua sebuah ormas di sana.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Slamet Riyanto mengatakan, pihaknya masih memeriksa 48 preman tersebut. Polisi akan mencari tahu siapa koordinator atau pimpinan para preman tersebut. Sumber *
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
//** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//