Selasa, 11 Juni 2013

Ditegur Touring Tak Pakai Helm, Bupati Indragiri Hulu Ancam Demo DPRD


Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) meminta Kapolres Inhu bersikap tegas pada bupati yang touring tak mengenakan helm. Menanggapi hal itu Bupati Inhu Yopi Arianto malah mengancam akan mengerahkan massa mendemo DPRD.

Bupati Inhu Yopi Arianto balik menantang anggota dewan tersebut. Dia beralasan naik motor di pedesaan sehingga tak perlu pakai helm.

"Saya tidak memakai helm karena saya menyapa masyarakat saya, saya mengendarai motor di pedesaan, bukan di perkotaan, masa begitu saja di komentari," ungkap Yopi kepada merdeka.com senin malam (10/6) melalui selulernya.

Yopi mengakui dirinya bersalah tak mentaati peraturan, "saya memang salah tidak pakai helm, tapi kalau dewan mengkritik saya perjalanan ke pedesaan menemui masyarakat Batang Gangsal, nanti saya kerahkan massa dari sana untuk unjuk rasa di DPRD Inhu," kecam Yopi.

Bupati juga menyarankan kepada Dewan untuk mencari uang sebanyak-banyaknya agar dipergunakan kepada masyarakat. Hal itu dinilainya lebih berguna.


Senin, 10 Juni 2013

Jokowi Marah Pesta Rakyat Diibaratkan Pameran Kerak Telor

Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo marah atas pernyataan tentang pesta rakyat Jakarta yang diibaratkan seperti pameran kerak telor. Jokowi menilai pernyataan itu salah besar.

Hal itu disampaikan Jokowi ketika ditanya tentang pernyataan Komisaris Utama PT Jakarta International Expo (PT JIExpo), Murdaya Poo, pekan lalu. Pada pertemuan dengan Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Selasa (4/6/2013), Murdaya Poo menyanggah PRJ hanya mengakomodasi industri skala besar dan mengabaikan industri kecil. Menurutnya, PT JIExpo telah proporsional dalam menempatkan usaha kecil dan industri besar.

"Sekarang itu, sudah dua kali lipat (keberadaan usaha kecil di PRJ), tiap tahun dilipatkan terus. Memang, di luar ada, di dalam ada, karena ini kan bukan pameran kerak telor," kata Murdaya kepada wartawan setelah bertemu dengan Basuki, Selasa.

Jokowi menilai salah besar jika pesta rakyat yang digagas olehnya diadakan untuk menyingkirkan Pekan Raya Jakarta yang selama ini digelar oleh PT JIExpo. "Karena dia (Murdaya Poo) enggak mulai dari awal. Dia ngertinya kan hanya untung, hanya untung, hanya untung. Tahu kamu?" kata Jokowi dengan nada tinggi kepada wartawan ketika ia membeli kerak telor di tepi Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013) siang.

Pernyataan tegas dengan mimik serius dari mantan Wali Kota Surakarta tersebut sempat membuat sejumlah wartawan terkejut. Tidak biasanya Jokowi melontarkan pernyataan dengan nada tinggi seperti itu karena Jokowi selalu melayani pertanyaan media dengan gaya santai.

Kronologis Kerusuhan Konjen RI Jeddah

Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Jeddah menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan kerusuhan yang terjadi pada Minggu (9/6) kemarin. 

Dalam siaran persnya hari ini, KJRI Jeddah menyebutkan, kerusuhan ini terjadi karena antrean WNI Overstayers yang mengurus dokumen imigrasi tidak tertib, hingga terjadi desak-desakan yang berujung pada kerusuhan. 

Konsulat Jeddah memastikan, pada Senin (10/6) ini, pelayanan keimigrasian bagi WNI Overstayers di Arab Saudi telah dibuka kembali.

Rilis Konsulat Jeddah menyebutkan belakangan ini terjadi lonjakan WNI yang mengurus dokumen keimigrasian semenjak Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi secara resmi mengumumkan pemberlakuan kebijakan amnesti/pemutihan bagi seluruh warga negara asing di Arab Saudi yang tidak memiliki izin tinggal.

Kebijakan tersebut berlaku mulai minggu kedua bulan Mei 2013 hingga 3 Juli 2013. Di situ disebutkan warga negara asing yang tidak memiliki dokumen dimungkinkan untuk pulang ke negara masing-masing secara mandiri tanpa harus membayar denda atau harus menjalani hukuman penjara atas pelanggaran peraturan izin tinggal dan izin kerja.

Di saat yang sama, pemerintah Arab Saudi juga memberikan kesempatan kepada warga asing untuk mengurus izin tinggal dan bekerja secara legal di Arab Saudi, termasuk bagi mereka yang datang dengan visa Umroh atau Haji sebelum tanggal 3 Juli 2008.

Sudah 48.260 Terlayani

KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah sejak awal telah memberikan layanan pendataan dan penerbitan dokumen keimigrasian bagi warga Indonesia yang membutuhkan, baik untuk kebutuhan kepulangan ke tanah air maupun untuk mendapatkan izin tinggal dan bekerja di Arab Saudi.

“Hasil keputusan rapat koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait pada 28 Mei 2013 dan 30 Mei 2013 di Jakarta, menyepakati untuk memberikan dukungan penuh kepada KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah terkait dengan pemberian pelayanan bagi WNI selama periode kebijakan amnesti,” bunyi siaran pers itu.

Atas hasil rapat koordinasi itu, Pemerintah Republik Indonesia mengirimkan Tim Perbantuan Teknis sejumlah orang untuk membantu proses pendataan dan penerbitan dokumen perjalanan. Di samping itu, dengan memperhatikan kondisi obyektif keberadaan WNI overstayers di Arab Saudi disepakati, penanganan WNI overstayers dilakukan dengan memperhatikan tiga aspek utama, yakni aspek keimigrasian, ketenagakerjaan dan perlindungan.

Sejumlah Standard Operating Procedures (SOP) telah ditetapkan oleh masing-masing instansi sesuai dengan kewenangannya, namun dengan memperhatikan dinamika yang ada dan perlunya antisipasi untuk mengambil kebijakan/keputusan di lapangan, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, Direktur Dokumen Perjalanan dan Fasilitas Keimigrasian (Kementerian Hukum dan HAM), Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja (Kemenakertrans) serta Direktur Perlindungan WNI dan BHI (Kemlu) telah tiba di Jeddah pada 7 Juni 2013.

Menurut siaran pers itu, hingga Minggu (9/6), KJRI Jeddah telah melayani kepada 48.260 WNI overstayers. Jumlah ini terus bertambah dan diperkirakan akan terus meningkat tajam dalam beberapa waktu ke depan. Kedatangan WNI overstayers ke KJRI Jeddah mengalami puncaknya pada Sabtu (8/6), dengan jumlah lebih dari 12.000 orang.

“Pada hari itu KJRI Jeddah mampu melayani sebanyak 5.931 orang yang penyelesaiannya dilakukan hingga pukul 03.00 dini hari. Selanjutnya, petugas KJRI menyampaikan pengumuman kepada para WNI yang belum terlayani agar datang kembali ke KJRI di hari pelayanan berikutnya,” jelas KJRI Jeddah.

Diakui KJRI Jeddah, sebagian massa merasa kecewa dengan pengumuman tersebut, dan mulai melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji, namun masih dapat dikendalikan oleh aparat keamanan yang berjaga.

Kronologis Kerusuhan Minggu

Namun pada Minggu (9/6), jumlah WNI yang datang ke KJRI sejak awal telah terkonsentrasi di sepanjang jalan hingga di depan pintu gerbang KJRI. Ketika pintu akan dibuka, sejumlah WNI dalam antrian tidak tertib dan berdesak-desakan yang mengakibatkan satu orang WNI tewas dan ratusan lainnya pingsan.

Dengan situasi yang tidak kondusif itu, Kepala Polisi Keamanan Diplomatik dengan kekuatan personel sekitar 30 orang meminta pihak KJRI untuk tidak mengambil resiko dan menyarankan untuk tidak membuka pintu gerbang karena adanya kekhawatiran akan timbul korban lebih banyak lagi.

Petugas KJRI lantas mengumumkan bahwa karena situasi yang tidak kondusif dan sesuai permintaan pihak keamanan, maka proses pelayanan ditunda hingga situasi memungkinkan.

Menanggapi pengumuman itu, sejumlah WNI overstayers pria memaksa masuk dan sebagian diantaranya melempar berbagai benda ke dalam KJRI Jeddah, dan bahkan terdapat beberapa orang yang mencoba untuk memanjat tembok KJRI dan merusak kawat berduri untuk membuka pintu gerbang kantor KJRI Jeddah.

Sejumlah pejabat dan staf KJRI serta masyarakat yang ada di dalam kompleks KJRI berupaya menghalau di tengah lemparan berbagai benda tersebut.

Saat itulah, beberapa WNI mulai membakar barang-barang yang ada di sekitar pintu gerbang dan tembok pembatas sehingga kobaran api dan kepulan asap membubung tinggi.

KJRI Jeddah melaporkan, beberapa jam suasana mencekam, pintu gerbang yang terbuat dari besi kokoh hampir dapat ditembus namun pihak keamanan dapat mengatasi situasi.

“Seorang petugas keamanan KJRI dipukuli oleh sekelompok orang dan sempat dirawat di unit gawat darurat. Sementara itu, beberapa orang yang mencoba menenangkan massa dipukuli oleh sekelompok oknum yang sejak awal telah memprovokasi massa,” tulis siaran pers KJRI Jeddah.

Menurut siaran pers itu, KJRI Jeddah merencakan akan tetap membuka pelayanan keimigrasian akan pada Senin (10/6), untuk membagikan 5000 dokumen perjalanan yang telah siap. Namun jika kondisi keamanan masih belum kondusif, maka pelayanan akan ditunda.

Roy Marten: Kongres Relawan Jokowi Sedunia Tidak Libatkan Parpol

Roy Marten, juru bicara Kongres Relawan Jokowi Sedunia menyatakan, tidak ada partai politik (parpol) yang terlibat dalam kongres yang digelar untuk mengusung Jokowi sebagai calon presiden 2014.

"Tak ada partai politik terlibat di kongres," kata Roy di Jakarta, Senin (10/6/2013).

Roy menuturkan, Kongres Relawan Jokowi Sedunia digelar secara patungan. Ia membantah Kongres Relawan Jokowi Sedunia disponsori parpol atau orang di sekitar Jokowi.

"Maka, jangan pula yang mengatasnamakan kami untuk mencari uang," tegasnya.


Kongres Relawan Jokowi Sedunia akan digelar pada Sabtu (15/6/2013). Kongres bertempat di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan No 3, Bandung, Jawa Barat.

Hingga kini, ada 670 orang yang telah mendaftar menjadi peserta Kongres Relawan Jokowi Sedunia. Bahkan, ada masyarakat yang saat ini tinggal di luar negeri, akan menjadi peserta.

Tidak Ada WNI Jadi Korban Penembakan Santa Monica

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan yang terjadi di Santa Monica, Amerika Serikat, pada hari Sabtu (8/06).

"Tidak ada WNI yang menjadi korban dalam peristiwa penembakan tersebut," kata Direktur Informasi dan Media, PLE Priatna berdasarkan informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles

Tujuh orang tewas dan lima orang luka-luka dalam aksi penembakan yang terjadi pada Jumat pagi, 7 Juni 2013, termasuk pelaku yang ditembak mati oleh polisi . Penembakan brutal itu dilakukan seorang pria dan polisi menduga ada tersangka lain yang terlibat dalam aksi itu.

Minggu, 09 Juni 2013

Kido/Pia Raih Juara Thailand Terbuka

Ganda bersaudara, Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet meraih gelar kedua buat Indonesia di turnamen Thailand Terbuka GP Gold, Minggu (9/6).

Di babak final, Kido/Pia yang menjadi unggulan kedua mampu memenangi pertandingan sesama Indonesia dengan mengalahkan unggulan 4, Riky Widianto/Richi Dili Puspita. Kido/Pia menang rubber game 18-21, 21-15, 21-15.

Pertandingan antarsesama pemain Indonesia ini berlangsung sengit. Sebelum pertandingan, Riky/Richi memang mengaku akan bermain all-out dan tidak ingin menyerah dengan mudah.

Di game pertama, kedua pasangan ini saling mengejar hingga 14-14 dan 18-18. Pada kedudukan ini, Riky/Richi mampu bermain tenang dan merebut tiga poin penting untuk menutup 21-18.

Di game kedua, Kido/Pia mampu unggul hingga 12-8, kemudian unggul 16-14 dan melaju ke 21-14 sebelum menang 21-15. Kondisi serupa terjadi di game ketiga. Kido/Pia unggul 15-10 shingga 17-13 dan mencapai match point 20-13. Ricky/Richi mampu menmabah dua poin sebelum menyerah 15-21.

Sebelumnya, Indonesia telah meraih gelar juara ganda puteri melalui pasangan Greysia/Nitya yang mampu mengalahkan ganda Jepang, Yuriko Miki/Koharu Yonemoto. 21-7, 21-13.

Partai terakhir berlangsung antara sesama tunggal puteri Thailand yaitu Ratchanok Intanon dan Busanan Ongbumrungpan.(BCS/Kmps)

Tampil Bagus, Greysia/Nitya Juara di Thailand Terbuka


Ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari tampil gemilang untuk merebut gelar juara di turnamen Thailand Terbuka GP Gold, Minggu (9/6/2013).

Dalam pertandingan final yang berlangsung di stadion Nimitbutr, Bangkok ini, Greysia/Nitya mampu mengalahkan ganda Jepang, Yuriko Miki/Koharu Yonemoto. Pasangan Indonesia yang diunggulkan di tempat kedelapan ini menang dua game 21-7, 21-13.

Dalam pertandingan game pertama, kedua ganda sempat bermain ketat hingga keadaan 7-7. Namun Greysia/Nitya kemudian mampu memegang kendali dan merebut poin sisa dengan menang 21-7.

Pada game kedua, Greysia/Nitya tetap selalu unggul dan memimpin hingga 18-12 sebelum akhirnya menang 21-13. Mereka menang dalam 33 menit.

Di nomor tunggal putra, pemain India, Srikanth K membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama asal Thailand, Boonsak Ponsana 21-16, 21-12. Sementara Korea meraih juara nomor ganda putera saat Shin Baek Choel/Yoo Yeon Seong mengalahkan pasangan Rusia, Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov 18-21, 21-15, 21-14.

Dengan hasil ini, Indonesia meraih dua gelar juara karena di nomor ganda campuran terjadi final sesama Indonesia saat Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadet akan menghadapi Riky Widianto/Richi Dili Puspita.

Sumber *
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
//** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//