Tampilkan postingan dengan label rupiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rupiah. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2014

"Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas," kata Anas Urbaningrum

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum buka suara ihwal rencana Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksanya dalam proyek pembangunan stadion dan sekolah olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Anas menegaskan dirinya tak korupsi. "Kalau ada satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas," kata Anas di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2012.

Menurut Anas, KPK sebenarnya tak perlu repot-repot mengurus persoalan proyek tersebut. "Karena asalnya itu kan dari ocehan-ocehan yang tidak jelas, dari karangan-karangan yang tidak jelas," kata dia. "Ngapain repot-repot."

Proyek Hambalang berbiaya Rp 1,2 triliun menyeret nama Anas setelah ada pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Nazaruddin membeberkan ihwal keterlibatan Anas di proyek pusat olahraga pada 2010 itu.

Pernyataan Nazaruddin kembali disampaikan dalam persidangannya kala menjadi terdakwa suap Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Nazaruddin mengatakan duit dari proyek Hambalang sebesar Rp 50 miliar mengalir ke Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010. Uang itu disebutnya untuk pemenangan Anas sebagai Ketua Umum Demokrat.

Sebelumnya, KPK berencana melakukan pemeriksaan terhadap Anas dalam proyek Hambalang setelah dilakukannya ekspose pada Kamis, 8 Maret 2012. KPK sendiri sudah tiga kali menggelar ekspose dalam tahap penyelidikan proyek tersebut.

"Kemungkinan Anas akan dimintai keterangan dalam penyelidikan ini," kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., Jumat, 9 Maret 2012. "Kapan waktunya akan diperiksa, saya belum tahu," katanya.  ( Tempo *)

Senin, 09 September 2013

Ayla Punya Kandungan Lokal 84 Persen, Harga Mulai 76 Jutaan Rupiah

Jakarta - Akhirnya mobil murah Daihatsu, Ayla resmi diluncurkan di Indonesia dan resmi diproduksi masal di pabrik terbaru Daihatsu di Karawang, Jawa Barat. Lahir sebagai produk LCGC, maka Ayla memiliki kandungan lokal yang cukup tinggi yakni 84 persen.

Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sudirman MR menuturkan kalau untuk pertama ini Ayla sudah memiliki kandungan komponen lokal sebesar 84 persen dan siap dirakit masal di pabrik Daihatsu terbaru.

"Bersama dengan kembaranya, Toyota Agya, Daihatsu Ayla sudah mulai diproduksi masal di pabrik baru ADM di
Industri Surya Cipta, Karawang Timur," tutur Sudirman di Kempinski Hotel, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Dijelaskan Sudirman, pabrik terbaru yang fokus memproduksi Agya dan Ayla ini melibatkan sedikitnya 145 pemasok komponen dan 30 diantaranya merupakan pemasok komponen yang baru atau pemain baru.

"Sekarang kandungan lokalnya 84 persen dan kedepannya akan lebih ditingkatkan lagi," pungkas Sudirman.

"Ayla sudah bisa dipesan mulai hari ini dan dijual dari Rp76 juta-Rp106 jutaan. Semoga kehadirannya dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan pasar dan industri otomotif di Indonesia," kata Sudirman.

Ayla dijejali mesin 1000cc DOHC tiga silinder 16 Valve dengan tenaga maksimum 65 PS di RPM 6.000 dengan opsi transmisi manual dan otomatis lima percepatan.

Memiliki bodi aerodinamis, Ayla juga memiliki desain interior yang unik, dan sama sekali tidak terkesan mobil murah. Ruang kabinnya pun nyaman dan lega dengan setir yang sudah dilengkapi Electric Power Steering di sejumlah tipenya.

Sumber *

Senin, 02 September 2013

Publik Tak Yakin SBY Bisa Redam Gejolak Rupiah

Jakarta - Dalam dua pekan terakhir, nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika terus melorot. Loyonya rupiah membawa konsekuensi besar buat ekonomi Indonesia. Nilai impor jadi melonjak, membuat biaya produksi perusahaan meroket. Cadangan devisa pun tergerus. Pada saat bersamaan, nilai ekspor belum bisa digenjot karena harga komoditas masih anjlok.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merespons situasi dengan menerbitkan Instruksi Presiden khusus untuk memperkukuh daya beli masyarakat dan melindungi banyak pengusaha dari imbas krisis moneter. Efektivitasnya mungkin baru terasa dalam jangka menengah. Selanjutnya *

Senin, 26 Agustus 2013

Nilai Rupiah Terpuruk Karena Terlalu Banyak Impor

JAKARTA - Direktur Indonesia for Global Justice (IGJ), Salamuddin Daeng menyebut terus merosotnya nilai tukar rupiah belakangan ini disebabkan tingginya jumlah impor. Hal itu mempengaruhi produksi domestik yang memicu merosotnya nilai rupiah.

"Pemicunya ini adalah gecarnya impor yang dilakukan, sehingga produksi dalam negeri merosot," ujar Salamuddin dalam diskusi bertajuk "Tata Kelola Yang Adil Bagi Rakyat" di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2013).

Ia juga menilai pernyataan yang menyebut nilai dolar Amerika yang menguat merupakan penyebab nilai tukar rupiah terus melemah adalah pernyataan yang salah. ia menilai, pernyataan itu menutup mata akan penyebab sebenarnya dari merosotnya nilai rupiah. Selanjutnya *

Senin, 19 Agustus 2013

Analis: Pelemahan Rupiah Bakal Berkepanjangan

JAKARTA—Rupiah mengakhiri pekan lalu pada level terburuk selama 5 tahun, yang menurut analis kondisi ini bakal berkepanjangan.

Bloomberg Dollar Index mencatat rupiah berada pada level 10.430 per dolar AS, menguat 0,20% pada Jumat (16/8/2013). Pada transaksi Jumat, rupiah sempat menyentuh 10.453, tertinggi sejak kuartal pertama 2009.

Menurut analis PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong, nilai rupiah saat ini secara teknikal dan psikologis sudah mencapai 10.500.

“Saya kira akan berkepanjangan dan [nilai rupiah] akan bergerak perlahan-lahan,” kata Lukman, Minggu (18/8/2013).

Dia menambahkan, banyak faktor yang mempengaruhi pelemahan rupiah akhir-akhir ini tetapi yang utama adalah tak berubahnya suku bunga acuan (BI Rate) dan penantian terhadap keputusan Federal Reserve.

Sementara itu, Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra meramalkan nilai rupiah dalam waktu dekat ini akan berada pada kisaran 10.300-10.500 per dolar AS.

Pada penutupan pekan lalu, rupee dan rupiah membukukan penurunan tertinggi. Rupee India turun 0,43% ke level 61,706 per dolar AS.

Yen turut turun 0,02% ke posisi 6,114 yen per dolar AS. Sementara itu, dolar Taiwan dan won Korea tercatat naik masing-masing 0,14% (29,921 dolar Taiwan) dan 0,34% (1.113,59 won). Peso juga melonjak 0,38% menjadi 43,63 per dolar. Sumber *

Jumat, 20 Juli 2012

Terapsi: Penyetrika & Pelipat Baju dari Mahasiswa FK-UGM Yogyakarta, Harga Rp 25.000,-

Yogyakarta - Menyeterika dan melipat pakaian hingga rapi adalah pekerjaan yang mudah. Namun tidak semua orang bisa mengerjakannya karena akan menyita waktu dan tenaga. Tidak mengherankan, kalau sekarang orang memilih jasa laundry untuk menyerahkan pekerjaan ini.

Sekarang ini sudah ada cara cepat untuk menyeterika dan melipat baju dengan cepat dan mudah. Pelipat Baju yang diberi nama Terapsi itu adalah karya kreatif 5 mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM)), yakni Nisa Salsabila Shafarudin, Nurida Khasanah, Dimas Reza Rahmana, Fitrah Pawalangi dan Ngurah Nata Baskara.

Mereka berhasil membuat alat pelipat baju yang terbuat dari bahan kertas karton duplek. Cukup dengan tiga kali melipat karton duplek, pakaian yang sudah diseterika langsung rapi seketika.

"Alat ini untuk menyetrika dan melipat baju menjadi lebih cepat, rapi dan hemat energi," kata Nisa di kampus UGM di Bulaksumur, Jumat (20/7/2012).

Menurut Nisa, bahan dasar alat pelipat baju adalah kertas karton duplek ukuran 60 x 80 cm. Kertas dipotong simetris untuk mandapatkan lipatan tiga bagian. Karton duplek bagian dalam dilapisi dengan kertas kesing. Sedangkan pelapis luar karton dibungkus kain furing.

"Karton duplek dan kertas kesing ini kita pilih karena tahan terhadap panas seterika, dan harganya pun lebih murah," ungkapnya.

Dia menjelaskan dengan Pelipat Baju Terapsi ini hanya membutuhkan waktu 11 detik untuk melipat baju. Jauh lebih cepat dari cara melipat baju pada umumnya. Tidak hanya itu, alat pelipat baju ini mampu menghemat 2/3 penggunaan listrik.

"Dari 100 usaha laundry yang kita survei rata-rata membutuhkan waktu 33 detik," katanya.

Dimas Reza Rahmana menambahkan saat ini Terapsi dijual dengan harga Rp 25 ribu/buah. Untuk produksinya, menggandeng salah satu panti asuhan di Yogyakarta.

"Yang mengerjakan 20 anak panti. Harapan kita, memberi mereka lapangan pekerjaan dan mereka pun bisa mengisi waktu luang di panti," kata Dimas.

Menurut dia, pengerjaan pesanan sesuai dengan permintaan pembeli. Kemasan juga disesuaikan dengan warna dan corak yang diinginkan pembeli. Pemilik laundry juga menyambut positif alat tersebut, namun harus disesuaikan dengan ukuran lebar meja setrika.

"Alat tersebut tengah dalam proses pendaftaran hak paten," tutup Dimas.

Lima mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM menciptakan inovasi berupa Terapsi (Pelipat Baju Cepat, Rapi dan Berseni). Alat ini membantu mempercepat pelipatan dan menghemat listrik.
Lima mahasiswa tersebut, Nisa Salsabila Shafarudin, Andi Ashady Fitrah Pawallangi, Nurida Khasanah, Muhammad Dimas Reza Rahmana dan Anak Agung Ngurah Nata Baskara. Andy menjelaskan proses penciptaan alat ini berawal ketika bisnis laundry menjamur.

Berdasar survei Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2012, ada 7.384 usaha laundry. “Dari uji pengamatan di 100 tempat laundry, rata-rata dibutuhkan 33 detik untuk melipat baju dengan posisi seterika tetap menyala,” katanya (20/7).

Mereka kemudian menciptakan alat yang bisa mempercepat proses pelipatan sekaligus menghemat listrik. Terciptalah Terapsi berbahan karton dupleks bertekstur halus, ringan dan tahan panas. Karton diberi kain furing aneka warna serta dihiasi kain perca batik sehingga tampilannya cantik.
Sebuah baju diletakkan di atas Terapsi posisi bagian depan menghadap bawah. Setelah itu, baju dilipat lewat tiga langkah, sesuai ukuran lipatan yang sudah disesuaikan. Ada dua ukuran, besar 60x80 cm dan kecil 60x75 cm. 

Melipat dengan Terapsi membutuhkan waktu 11 detik. Proses melipat yang pendek membuat kebutuhan listrik makin hemat. Timnya lantas menghitung apabila satu tempat laundry memiliki tiga seterika dengan daya 330 watt terus beroperasi selama 12 jam penuh. Tarif listrik PLN sebesar Rp 100/kwh. “Kalau seluruh laundry di DIJ menggunakan alat ini maka pengeluaran listrik bisa dihemat hingga Rp 151,75 juta,” ujarnya.
Andy mengatakan, sejak diproduksi April 2012, produknya sudah laris dibeli pelanggan, langsung maupun online. Terapsi sudah terjual 120 buah ke berbagai tempat seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar dan Ngawi. 

Nisa menambahkan, alat ini ramah lingkungan karena menggunakan bahan yang mudah terurai. Meski begitu, jika digunakan sesuai aturan yang ada alat ini bisa tahan enam bulan hingga setahun. Supaya lebih menarik pembeli, timnya menciptakan warna kain furing dan motif hiasan yang bisa dipesan sesuai keinginan pembeli. Saat ini tersedia sekitar tujuh warna yakni merah, merah muda, ungu, orange, biru muda, biru tua dan hijau. 

Produk ini dijual Rp 25 ribu, sebagian keuntungan disumbangkan ke panti asuhan yang jadi rekan kerja mereka. “Kami bukan memperkerjakan anak di bawah umur, tapi memberi keahlian dan penghasilan ketika mengisi waktu luang,” katanya. Nurida mengatakan alat ini tengah diajukan untuk dipatenkan agar bisa dikembangkan. Rencananya, alat ini akan dijual dalam bentuk Terapsi plus mejanya. “Namun saat ini kami masih fokus pada penjualan sebelum dikembangkan,” katanya. 

Kata Nurida, hal ini tidak lepas dari bisnis laundry yang masih terus berkembang jumlahnya sehingga jadi pasar potensial alat ini. Karya inovasi kelima mahasiswa ini juga berhasil meraih medali perunggu dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-25 untuk kategori Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan di UMY beberapa waktu lalu.

Video


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
//** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//