Kamis, 27 Juni 2013

Ketika Kemampuan Otak Bukan Lagi Faktor Utama...

Pada 2010 dan 2011, ketika krisis dunia sedang melanda berbagai negara, lulusan universitas di seluruh Jepang yang terserap lapangan kerja hanya berkisar di angka 60 persen. Namun, pada masa sulit tersebut, lebih dari 95 lulusan Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) justru berhasil diserap dunia kerja.

Data-data tersebut didapatkan berdasarkan laporan Recruit, sebuah konsultan biro jasa lapangan kerja terbesar di Jepang. Sementara data lain bisa dijadikan acuan adalah laporan survei Nikkei Shimbun pada Maret 2012 lalu. Survei dilakukan terhadap 186 perusahaan multinasional yang dipilih secara acak di bursa saham Tokyo dengan pertanyaan utama lulusan universitas mana yang menjadi prioritas perekrutan perusahaannya.

Hasilnya mengejutkan, terutama pada praktisi pendidikan di Jepang. Survei menyatakan, APU meraih poin tertinggi 8,3 dari 10 poin maksimum, disusul berturut-turut oleh universitas-universitas ternama yang berumur ratusan tahun, seperti Waseda, Keio, Universitas Tokyo, dan Universitas Ritsumeikan. Ritsumeikan sendiri merupakan ibu kandung yang telah melahirkan APU pada 12 tahun lalu.

Pertanyaannya, apakah parameter utama yang dijadikan acuan perusahaan multinasional Jepang merekrut tenaga kerja baru itu?

Berdasarkan laporan Recruit, sepuluh parameter terpenting berturut-turut adalah kemampuan berkomunikasi, kemandirian, kemampuan berkolaborasi/kerja sama, jiwa petualang untuk mencoba (spirit of challenge), loyalitas, jiwa tanggung jawab, fleksibilitas, kemampuan berlogika, keahlian, dan kepemimpinan (leadearship).

Hasil ini menunjukkan, kemampuan otak dan keahlian semata bukanlah faktor terpenting bisa berhasil masuk menjadi tenaga profesional di perusahaan-perusahan multinasional tersebut. Kemampuan komunikasi, kemandirian, kemampuan kerja sama, tanggung jawab, dan beberapa jiwa-jiwa dasar sebagai seorang profesional jauh lebih dianggap sebagai faktor penting.

"Ekonomi Indonesia berjalan cepat dan membutuhkan SDM yang pandangan atau pemikirannya global. Maka, di bidang bisnis, mereka harus berkomunikasi tidak hanya dengan bahasa Indonesia dan Inggris, tapi juga bahasa lain. Namun, bahasa saja tidak cukup karena komunikasi skill-nya juga harus sangat baik. Orang mengerti apa yang kita bicarakan, itulah skillkomunikasi dan itu kami asah dalam lingkungan global di kampus ini. Kami membuat para mahasiswa terbiasa hidup dalam pluralisme, beragam bahasa, dan budaya di sini agar mereka siap terjun ke persaingan global," ujar Profesor Yamamoto, Dean of Careers Ritsumeikan APU, dalam presentasinya di kampus Ritsumeikan APU, Beppu, Jepang, Kamis (27/6/2013).

Yamamoto mengatakan, rata-rata mahasiwa Indonesia di APU memiliki teman negara lain sebanyak 5 sampai 25 negara di sini. Selama 24 jam, setiap hari, selama 4 tahun, para mahasiswa itu hidup bersama dan bergaul bersama untuk mengenal satu sama lain dan bekerja sama.

"Kami bertanggung jawab mendorong siswa belajar lebih keras, tetapi kami juga harus bisa membuat mereka mengasah karakter mereka dengan bergaul dalam perbedaan. Hasilnya, anak-anak Indonesia tidak kalah bagus dengan mahasiswa dari negara lain. Mereka sangat bisa bersaing di sini," tambah Yamamoto.

24 jam
Berdasarkan jumlahnya, seluruh mahasiswa universitas di Ritsumeikan APU tidak begitu besar. Jumlah total mahasiswanya berkisar sekitar 6 ribu orang. Mereka terbagi dalam College of Asia Pacific Studies dan International Management. Sampai pada titik ini, APU tak jauh berbeda dengan universitas di mana pun.

Namun, satu hal pembeda dengan universitas pada umumnya adalah komposisi mahasiswa dan tenaga pendidiknya. Sekitar 40 persen dari 6 ribu mahasiswa APU adalah orang asing non-Jepang. Mereka datang dari 81 negara. Tenaga pendidiknya juga datang dari 28 negara berbeda sehingga inilah yang menjadikan lingkungan APU sebagai "kampus internasional".

Bahasa Inggris dan Jepang adalah pengantar resmi dalam kegiatan perkuliahan. Tetapi, di lingkungan kampus ini, setiap hari ada 81 lebih jenis komunikasi bahasa berbeda ditinjau berdasarkan asal negaranya.

Bagi mereka yang tertarik bahasa negara tertentu, mencari teman dari negara tersebut adalah metode paling jitu. Mudah sekali ditemukan, misalnya, mahasiswa Korea lancar dan fasih berbahasa Indonesa, atau sebaliknya anak Indonesia pintar berbahasa Korea setelah satu dua tahun belajar di kampus ini.

Hal seperti itu kemungkinan bisa terjadi terhadap bahasa 81 negara asal mahasiswa tersebut. Selain sistem kegiatan perkuliahan di dalam kelas, banyak sekali kegiatan-kegiatan grup diskusi, field study, active learning, internship, dan beberapa aktivitas belajar yang tidak hanya mengandalkan perkuliahan di dalam kelas.

"Bayangkan, mereka berinteraksi selama 24 jam dengan mahasiswa asing. Dalam 24 jam ini, mereka tidak semua mendapatkan hal-hal yang baik dan menyenangkan, tetapi juga berargumentasi dengan mahasiswa lain yang mungkin bisa membuat mereka kesal atau bahkan menangis. Tetapi, semua itu demi belajar hidup di dunia baru mereka, dunia internasional," ujar Dean of Admissions APU, Prof Kondo, dalam presentasinya.

Tak heran, tahun ini Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memberikan perhatian khusus kepada APU. Pada kunjungannya dua bulan lalu, Abe mengatakan bahwa APU merupakan model paling baru untuk perguruan tinggi di Jepang.

"Biasanya prime minister tidak pernah mempromosikan universitas, sekalipun itu di Tokyo. Tetapi, kemarin dia secara khusus mengatakan soal kami," ujar Kondo.

Jaya Suprana: Pelantikan Serentak 415 Pejabat DKI Rekor Dunia

JAKARTA--Upacara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Camat dan Lurah serta Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta mendapat penghargaan sebagai rekor pelantikan pejabat secara serentak dengan jumlah terbanyak dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Jaya Suprana, pendiri MURI yang secara khusus hadir dalam acara pelantikan tersebut, menyatakan pelantikan camat, lurah, kepala kantor wilayah, dan asisten kantor wilayah secara serentak baru terjadi di DKI Jakarta. Ditegaskan, belum pernah terjadi di seluruh nusantara bahkan dunia, acara serupa dilakukan.

"Rekor ini diajukan sebagai rekor nasional, tapi dengan berat hati kami terpaksa menolak. Karena rekor ini adalah rekor dunia!" tutur Jaya dengan senyum sumringah.

Dalam acara ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi secara serentak melanitik 415 pejabat hari ini, Kamis pagi (26/6/2013) di lapangan Balaikota, Jakarta Pusat. Pejabat yang dilantik terdiri dari Pejabat Eselon III sebanyak 78 orang dan Pejabat Eselon IV sebanyak 337 orang untuk menjadi camat dan lurah pada berbagai wilayah di DKI Jakarta.

Rabu, 26 Juni 2013

Pengemis di Jakarta Bisa Dapat Puluhan Juta Per Bulan

Pengemis di Jakarta, terutama di Jakarta Selatan, bisa mendapatkan Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per hari. Fakta itu membuat pengemis merasa dimanja sehingga sulit direhabilitasi.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Jakarta Selatan, Miftahul Huda, mengatakan, pihaknya telah berusaha mengatasi masalah gelandangan dan pengemis dengan melakukan pembinaan. Meski begitu, menurut Miftahulada, selalu ada orang yang memilih kembali mengemis.

"Pembinaan dilakukan dua minggu, kalau potensial dan masih muda akan dikirim ke perkebunan di Sumatera dan Kalimantan. Banyak kok yang sudah dikirim," jelas Miftahul, Rabu (26/6/2013).

"Pola pikir (pengemis) sudah sulit diubah, terlanjur dimanja dengan enaknya hidup di jalanan," lanjut Miftahul.

Miftahul pun mengimbau masyarakat untuk membantu pemerintah mengatasi gelandangan dan pengemis dengan tidak mudah memberikan uang kepada mereka.

"Jangan terkecoh penampilan. Jika ingin memberi sumbangan, salurkan ke masjid, panti asuhan, dan yayasan-yayasan sosial yang resmi," tandasnya.

SBY Dapat "Jersey" Nomor 7 Bertanda Tangan Cristiano Ronaldo?

Di sela kegiatan menanam mangrove di Bali, Rabu (26/6/2013), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berfoto bersama pemain Real Madrid, Cristiano Ronaldo, sambil memegang kostum bernomor punggung 7 dan bertuliskan nama "SBY" serta dibubuhi tanda tangan bintang sepak bola asal Portugal itu. Selain SBY, tampak pula istrinya, Ani Yudhoyono, memegang jersey bertuliskan nama "Ani" yang juga ditandatangani oleh Ronaldo.

Kedua putra SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono, juga tampak di dalam foto, tetapi tak memegang kostum. Foto ini diunggah oleh Edhie Baskoro di akun Twitter-nya sekitar 3 jam yang lalu.

Belum ada konfirmasi apakah kostum tersebut adalah pemberian Ronaldo kepada Presiden SBY dan Ibu Ani atau Ronaldo hanya membubuhkan tanda tangannya di kostum yang sudah disediakan sebelumnya oleh panitia.

Kostum sepak bola atau jersey nomor 7 merupakan kostum kebanggaan Ronaldo selama membela klub raksasa sepak bola asal Spanyol tersebut. Di bagian bawah nomor 7 sudah ditandatangani Ronaldo, lengkap dengan namanya.

SBY dan Ronaldo akan menghadiri acara Bali Save Mangrove, Save Earth (BSMSE) di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Nusa Dua, Bali, hari ini. Pesepak bola dunia asal Portugal tersebut hadir dalam kapasitas sebagai duta mangrove Bali.

BSMSE adalah acara yang digelar Forum Peduli Mangrove (FPM). FPM, sesuai namanya, bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya hutan bakau atau mangrove.

SBY dan Ibu Ani juga diagendakan menanam pohon bakau. Diharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam melestarikan bakau akan meningkat dengan digelarnya kegiatan ini.

Selasa, 25 Juni 2013

RUU ORMAS : KPK Khawatir Kebebasan Bersuara Terkebiri

JAKARTA — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) M. Busyro Muqoddas menyatakan bahwa pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) hanya akan mengebiri kebebasan bersuara masyarakat kritis di Indonesia.

“Ya kalau itu jadi disahkan, ini akan mengebiri kebebasan bersuara masyarakat kita yang memiliki pemikiran yang kritis,” jelas Busyro di Kantor Indonesia ICW Jakarta, Senin.

Dalam hal ini, Busyro mengkhawatirkan Ormas yang memiliki perhatian khusus pada pemberantasan korupsi akan semakin terbatasi untuk mengkritik. Ormas yang bergerak pada pemberantasan korupsi, dikatakan Busyro, adalah sebuah ancaman bagi para komunitas koruptor.

“Itu ada indikasinya. Ketika masyarakat tecerdaskan dan memiliki kebebasan berserikat, berpendapat, dan termasuk mengkritik pemerintah, itu akan menjadi ancaman bagi komunitas koruptor,” tegas Busyro.

Ormas dianggap menjadi ancaman bagi para koruptor karena menurut Busyro para koruptor menganggap Ormas sebagai kekuatan yang mengganggu. Busyro menganggap bahwa dengan membatasi hak-hak untuk mengkritik maka hal itu serupa dengan pembunuhan terhadap demokrasi.

“Ini bisa menjadi gerakan perlawanan terhadap hukum, namun tidak hanya untuk aparat hukum seperti KPK tapi juga untuk civil society akan dilemahkan,” kata dia.

Senin, 24 Juni 2013

Ahsan/Hendra Juara, Indonesia Dapat Tiga Gelar di Singapura

Singapura - Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses menjadi juara di gelaran Singapura Open Superseries 2013. Indonesia pun mendapatkan tiga gelar di turnamen tersebut.

Pada pertandingan di Singapore Indoor Stadium, Minggu (23/6/2013), Ahsan/Hendra juara setelah menang dua set langsung atas Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae, 21-15 dan 21-18. Keduanya hanya membutuhkan waktu 34 menit untuk menang.

Di set pertama, Ahsan/Hendra sempat unggul 12-8 atas Ko/Lee. Tapi pasangan Korea Selatan itu mengejar dan menipiskan kedudukan menjadi 12-11.

Ahsan/Hendra berhasil mempertahankan keunggulan dan tidak pernah tertinggal sama sekali di set pertama. Mereka akhirnya menutup set pembuka itu dengan kemenangan 21-15.

Di set kedua, pertarungan berjalan relatif lebih ketat. Ko/Lee mendapatkan beberapa smash winner --dan totalnya lebih banyak dari Ahsan/Hendra, yakni tujuh berbanding enam.

Tapi, Ahsan/Hendra bermain lebih baik dan mengumpulkan poin demi poin hingga akhirnya unggul 14-7. Ko/Lee mengejar dan kedudukan berubah tipis menjadi 18-17.

Kendati demikian, Ahsan/Hendra kembali berhasil mempertahankan keunggulan dan sukses keluar sebagai pemenang pertandingan ini.

Kemenangan Ahsan/Hendra melengkapi kesuksesan yang diraih Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir di ganda campuran dan Tommy Sugiarto di tunggal putra. Indonesia pun pulang dengan membawa tiga gelar juara.

Bagi Ahsan/Hendra sendiri, ini adalah kesuksesan kedua berurutan setelah sebelumnya sukses menjadi juara di Indonesia Open Super Series Premier.

Tommy Sugiarto Juara Singapore Open 2013

Singapura : Kabar gembira bagi pecinta bulutangkis di Tanah Air. Pemain tunggal putra Tommy Sugiarto berhasil merebut gelar juara Singapore Open 2013 setelah dalam partai final yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium (SIS), Minggu (23/6/13) siang, mengalahkan juara bertahan asal Thailand, Bonsaak Ponsana, dengan tiga set: 20-22, 21-5, dan 21-17.

Menghadapi Bonsaak yang kali ini diunggulkan di tempat kelima, Tommy tampil prima di set kedua dan ketiga. Setelah kalah di set pertama lewat skor yang sangat ketat 20-22, di dua set berikutnya Tommy mampu bangkit. Setelah bertarung selama kurang lebih satu jam dan sembilan menit, Tommy menyudahi perlawanan Bonsaak dengan skor, 20-22, 21-5, dan 21-17.

Gelar di Singapore Open menjadi gelar perdana yang diraih Tommy sepanjang kariernya di Superseries. Sebelumnya, putra mantan pebulu tangkis Icuk Sugiarto itu hanya sanggup menjadi runner-up di ajang Jerman GP Gold.

Gelar ini menjadi yang kedua bagi Indonesia setelah sebelumnya gelar pertama disumbangkan dari nomor ganda campuran melalui pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Hingga berita ini diturunkan, Indonesia masih memiliki satu wakil di partai final yang belum tampil, yakni pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang akan berhadapan dengan pasangan Korea sekaligus unggulan utama dalam turnaman ini: Sung Hyun KO/Yong Dae Lee.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
//** Like Button FB **//
//** Like Button FB **//